Manusia di zaman sekarang sungguh erat kaitannya dengan era digital, sosial media, dan gadget. Di era digital ini, gadget menjadi suatu kebutuhan utama manusia dalam menjalankan kehidupannya. Tak terlekang oleh waktu, seakan perangkat digital ini menjadi jawaban semua kebutuhan yang manusia butuhkan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, bisnis, serta seluruh lini dapat diakses.
Era digital berkembang begitu cepat, tren demi tren
digaungkan dan tak satupun manusia yang luput dari belenggu gadget. Saat ini, semua orang dapat
mengetahui segala hal. Mulai dari konten paling bermanfaat hingga konten yang tidak bisa ditebak arah dan
tujuannya.
Mengenai hal ini, apa kabar generasi muda kita?
Kesempatan mengakses ilmu pengetahuan serta wawasan
secara instan melalui teknologi Artificial Intelligent membuat
penggunanya berhasil memperkaya ide-ide untuk direalisasikan, dirasa sangat
signifikan dan membuat anak muda saat ini lebih cepat beradaptasi dengan
perubahan musim tren dan keadaan global yang terjadi bahkan dalam hitungan
minggu.
Sebagian orang
berhasil mengendalikan sosial media sesuai dengan arah yang akan mereka tuju.
Namun sayangnya tidak sedikit pula yang belum berhasil mendapatkan
produktivitas dari perselancaran mereka di dunia maya. Hanya tenggelam dalam
gemerlap dunia maya lantas melupakan dunia nyata. Hal ini pun mengharuskan kita agar selalu berhati-hati
dengan perkembangan zaman yang semakin pesat ini, karena dibalik kemudahan
berteknologi dan bersosial media akan selalu ada celah untuk terjerumus kepada
sesuatu yang tidak kita inginkan. Sebuah pepatah pernah mengatakan “Manusia itu
adalah Musuh bagi sesuatu yang tidak ia
ketahui”.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital inilah yang
kemudian menjadikan peran guru di sekolah dan universitas mulai banyak diabaikan. Generasi Z dan Generasi
Alpha merupakan generasi yang terpapar sosial media paling intens dari generasi
lainnya dan mendapatkan pengaruh yang begitu kuat oleh pengaruh AI. Pesat
memahami segala perkembangan yang ada menjadikan dirinya sudah familiar dengan
digital bahkan sejak usia masih sangat dini.
Bagi generasi Z dan Alpha, teknologi AI adalah sesuatu yang paling bisa diandalkan tatkala mereka sedang kesulitan berpikir ketika sedang mengerjakan tugas. Bahkan tak jarang kemudahan yang bergelimang ini menjadikan mereka seakan enggan untuk berpikir lebih dan mengeluarkan potensi diri secara maksimal.
Akhlaaqul-karimah atau budi pekerti yang baik
adalah nilai yang sekian banyak teknologi AI pun tak akan mampu melakukannya,
apalagi untuk mengajarkannya kepada manusia. Karena pada fitrahnya hanya
manusialah yang tercipta dengan dan untuk itu.
Pondasi kehidupan yang tidak bisa diajarkan seorang
robot secara maksimal. Menjadi nilai yang lama kelamaan semakin tergerus oleh
masifnya perkembangan teknologi digital pada saat ini.


Comments
Post a Comment