Ya,
memang betul adanya, “ridho seseorang itu adalah sebuah tujuan yang tak dapat
diketahui”. Kita tidak dapat memprediksikan dengan pasti akan ridhonya
seseorang akan jatuh kepada kita. Kata “رضى”
sendiri bukan hanya berarti “keridhoan”, tapi juga “kesenangan hati” atau
“kecenderungan hati terhadap sesuatu atau seseorang.
Kita
tidak tahu, dan jangan pula pernah berharap orang akan selalu senang dan suka
terhadap kita dan sikap kita. Dan tidak bisa dipaksakan, orang untuk menyukai
kita. Karena tiap orang mempunyai hak masing-masing untuk menentukan hidupnya,
entah itu Plan A, atau B, C, D –Z.
Jadi
jangan terlalu menggantungkan kepercayaan kepada seseorang. Mereka, dan kita
hanyalah hamba Allah, yang tidak punya kekuatan selain dengan-Nya. Karena yang
pantas dijadikan sandaran hanya “Allah”. Dia-lah tempat kita menyembah,
meminta, percaya, dan berharap.
Tetaplah
berserah diri kepada Allah SWT.
Usaha
– doa – Tawakkal .
اللهمّ إنّا نسألك حبّك وحبّ من يحبّك وحبّا يبلّغنا إلى
حبّك.
اللهمّ ليّن قلوبنا وقلوب من لا يحبّنا ولا تجعلنا من
الظالمين.
آمين.


Comments
Post a Comment