Ilmu Keguruan dan Strategi Mengajar

   


Seperti yang kita ketahui bahwa belajar dan mengajar adalah satu kaitan yang saling bersinergi dalam ranah pendidikan dunia khususnya Indonesia. Lalu bagaimanakah penafsiran belajar itu sendiri? Apakah hanya sekedar mendapatkan ilmu yang telah diajarkan guru di kelas? Atau hanya membaca buku lantas tidak mengamalkan ilmunya?

   Sejatinya belajar itu sendiri bermakna perubahan. Baik perubahan intelektualitas maupun perubahan mentalitas pelajar. Adanya peningkatan yang baik dari dua segi tersebutlah makna belajar sesungguhnya serta menjadi objek sasaran pengajar sendiri.

   Ilmu yang disampaikan oleh seorang guru pun bukan hanya seluas lautan, bahkan lebih layaknya luas samudera yang lebih dari lautan. Maka dari itu, seorang guru pun harus mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya baik jasmani maupun rohani.

Berikut ini spesifikasi belajar :
Belajar Aktif
·         Belajar apa saja dari setiap situasi
·         Menggunakan apa yang dipelajari untuk keuntungan
·         Mengupayakan agar semua terlaksana
·         Bersandar pada kehidupan
Belajar Pasif
·         Tidak dapat melihat adanya potensi belajar
·         Mengabadikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar
·         Membiarkan segalanya terjadi
·         Menarik diri dari kehidupan

Berikut salah satu pengertian belajar :
 هو مساعدة المدرس نحو التلاميذ لإنماء قواهم العقليّة والخلقيّة
Menurut kalimat diatas bahwasaya objek mengajar adalah menumbuhkan kemampuan intelektualitas dan mentalitas pelajar.

Adapun beberapa Paradigma Mengajar Baru maupun Lama :
Paradigma Baru
·         Membantu siswa
·         Membimbing dan mendampingi siswa
·         Menciptakan kesempatan belajar
·         Memberi rangsangan-rangsangan kepada siswa
·         Menciptakan sistem lingkungan
Paradigma Lama
إيصال المعلومات إلى أذهان التلاميذ وصبّ حوافظ النصّ بمسائل الفنون والعلوم
Ada beberapa komponen penting dalam mengajar, yaitu :
-     Guru
-     Siswa
-     Materi pelajaran
-     Praktek mengajar
-     Proses mengajar
Akan tetapi faktor utama pembelajaran adalah Guru, siswa, dan materi pelajaran.
Strategi Mengajar yaitu usaha guru untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadi proses belajar.

Tujuan pendidikan (lengkap) :
-     Audience
-     Behaviour
-     Condition
-     Degree
Contoh : Anak dapat menunjukkan kota Pemalang pada globe dalam waktu 5 detik.
“Anak” pada contoh diatas diposisikan sebagai “audience”, lalu “behaviour” nya adalah “menunjukkan”, sedangkan “condition” dari tujuan diatas yaitu “pada globe” dan “degree” atau tujuan nilai pada waktu yaitu “dalam waktu 5 detik”.


Tahapan Pembelajaran
-            Perencanaan pembelajaran
-            Pelaksanaan pembelajaran
-            Evaluasi pembelajaran

Kompetensi Dasar Guru :
-          Menguasai bahan
-          Merancang Proses Belajar Mengajar
-          Melaksanakan Proses Belajar Mengajar
-          Evaluasi

Tujuan pembelajaran (Learning Objective) :
-          Ranah Kognitif (pengetahuan)
-          Ranah Afektif (sikap)
-          Ranah psikomotor (praktek)

Adapun Rencana Pembelajaran :
-          Harian (Teaching Preparation)
-          Mingguan
-          Semester

Mengajar : adanya “feed back” atau umpan balik antara siswa dan guru.

Sedangkan GURU yang baik adalah guru yang dapat mengevaluasi pembelajarannya yang lalu. Dan dapat memposisikan dirinya sebaik mungkin bak malaikat yang tidak berbuat salah dalam mengajarnya karena apa yang ia ajarkan adalah ilmu yang dapat mempengaruhi mental anak bangsa.


Comments